About

Tujuan

COMMUNICATION FESTIVAL UMN memiliki tujuan untuk:

  1. Meningkatkan kemampuan mahasiswa komunikasi baik soft skill maupun hard skill.
  2. Menambah pengalaman bagi semua pihak yang berpartisipasi
  3. Mempererat hubungan baik antar himpunan mahasiswa komunikasi universitas-universitas yang berada di pulau Jawa.
  4. Menjalin hubungan baik antara Universitas Multimedia Nusantara dengan para sponsor dan segala partisipan yang terlibat di dalamnya.


 Filosofi Logo Communication Festival

Logo berbentuk “CF” dibuat dengan alur yang tidak kaku dan dinamis. Lambang CF juga mewakili fungsi komunikasi dalam menyatukan orang-orang yang memiliki latar belakang yang berbeda. Bentuk “orang” dapat dilihat pada huruf C, sementara huruf F mewakili simbol sebuah bentuk arus yang dinamis dan juga menyala. Ada 3 warna yang digunakan dalam logo ini dan memiliki arti sebagai berikut :

  1. Warna biru : selain mewakili UMN, warna biru juga mengandung arti tenang dan luas (mendunia).
  2. Warna kuning : warna kuning yang juga menjadi warna ciri khas Fakultas Ilmu Komunikasi UMN memiliki makna kedekatan dan ceria. Namun elemen yang ingin ditonjolkan dalam penggunaan warna kuning ini sediri adalah karakter warna kuning yang melambangkan sifat komunikatif dan mengekspresikan diri.
  3. Warna merah : memiliki arti penuh semangat dan hangat.

 Seperti yang dapat dilihat pada logo, bentuk orang terlihat pada warna kuning. Ini menunjukkan bahwa Ilmu Komunikasi UMN mencoba untuk membuka dirinya untuk dikenal oleh masyarakat secara luas. Selain itu, bentuk yang menyerupai sayap pada warna merah, yang terlihat seolah masuk ke dalam huruf C, merupakan simbol dari F (Festival). Ini menggambarkan dunia di luar UMN yang luas, penuh kedinamisan, dan semangat. “Sayap” ini kemudian digambarkan masuk ke dalam huruf C, bukan berarti C yang lebih berkuasa, namun C dan F saling membuka diri untuk saling mengenal dan diharapkan melalui bantuan “sayap” ini, Ilmu Komunikasi UMN dapat terbang lebih tinggi, menunjukkan kontribusinya pada lingkungan, bangsa, dan negara.

 Tulisan “Communication Festival” menggunakan font yang dinamis, namun teratur. Hal ini menunjukkan bahwa acara “Communication Festival” bukanlah acara yang kaku, namun tetap dirancang dengan tujuan yang jelas dalam bidang akademik maupun non akademik. Warna yang dipilih adalah putih dengan outline biru, ciri khas UMN; di mana putih mewakili karakter kenyamanan dan kepolosan namun diikuti dengan warna biru yang memberikan keharmonisan. Hal ini juga memiliki makna lain dimana meskipun UMN dapat disebut sebagai Universitas yang masih baru, universitas yang masih begitu “polos” di dunia pendidikan, akan tetapi UMN memiliki tujuan yang sama dengan Kompas Gramedia sebagai perusahaan induknya, yaitu untuk mencerdaskan kehidupan berbangsa dan menjadi universitas yang dapat bersaing dengan universitas global lainnya.

cropped-dpline1-014.jpg

Tahun ini, Communication Festival 2016 mengangkat temaPALAPA: Kobarkan Semangat Nusantara. Terinspirasi dariSumpah Palapa yang dijalankan oleh Gajah Mada dalam memperjuangkan Nusantara, kamiingin mengambil nilai positif dari Sumpah Palapa tersebut untuk mengangkat kembali semangat para pemuda-pemudi Indonesia agar memiliki kemauan untuk terus memperjuangkan Nusantara. Salah satunya dengan meningkatkan semangat muda dalam memperjuangkan identitas Indonesia serta meningkatkan kemampuan berpikir kritis serta inovatif untuk lebih berani menghadapi persaingan yang semakin ketat karena seperti yang telah kita ketahui, tahun ini kita mulai memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN.

Melalui ajang Communication Festival 2016, mental para peserta lomba, seminar, ataupun closing night dapat dilatih melaluikerjasamatim, komunikasi yang baik antar anggota, ketangkasan dalam beragumen, manajemen waktu, dan lain-lain.  Communication Festival sebagai sarana untuk melatih seseorang memiliki mentalitas yang kuat, tinggi, dan penuh harapan. Selain itu, seluruh partisipan juga dapat memperoleh pengalaman yang nantinya akanmenjadi dampak positif dalam menambah pengalaman mereka untuk menghadapi dunia komunikasi yang sebenarnya.